Senin, 21 Oktober 2013
Sekilas Penjelasan Tentang Layers Photoshop
Publish: 05 Jan 2008, Edisi Revisi : 05 Mei 2013 | Author & Copyright: Johan | Status: FREE tutorialDalam Tutorial Photoshop kali ini saya akan dijelaskan apa yang dimaksud layer atau layers, dalam Photoshop. Layers merupakan lapisan yang berfungsi sebagai tempat objek, bisa diibaratkan sebagai kanvas atau lapisan...
Dengan adanya Layers, memungkinkan Anda untuk mengedit sebuah objek tanpa mengganggu objek yang lain Sebagai contoh, jika Anda sedang mengedit gambar 1 maka gambar 2 tidak akan terpengaruh.
Anda dapat mengatur komposisi layers dengan cara mengubah atribut dan urutan layers. Sebagai tambahan, corak khusus seperti adjustment layers, fill layers, dan layers style dapat diterapkan untuk memberikan efek khusus pada layers tersebut Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah.
Gambar : ilustrasi layer 1 dan layer 2
Layers berisi satu objek sehingga masing-masing objek dapat diedit tanpa mempengaruhi objek yang lain. Ketika Anda memberikan efek tertentu (layer style) pada sebuah layer, maka Anda dapat menduplikasi layer style ke layer yang lain dengan corak dan bentuk yang sama.
Untuk Lebih jelasnya mengenai pengaturan Layer pada photoshop, silahkan lihat gambar tentang Layer Properties di bawah ini :
Gambar : Layer Properties
Berikut ini keterangan dari Layer Properties serta fungsi - fungsinya :
A. Link
Digunakan untuk membuat agar bisa mengelompokkan banyak layer sekaligus. Cara memakainya dengan memilih nama-nama layer yang diinginkan (dengan Shift + Klik), kemudian klik icon ini.
B. Layer Style
Digunakan untuk membuat layer yang berfungsi seperti menu Layer > Layer style.
C. Add Layer Mask
Digunakan untuk menutup/melindungi sebagian/seluruh lapisan gambar dari proses pengeditan.
D. New Adjustment Layer
Digunakan untuk membuat layer yang berfungsi sebagai pengubahan warna. Perbedaannya kalau menggunakan menu Image > Adjustment bisa dibaca artikel tutorial yang ini.
E. Layer Group
Digunakan untuk mengelompokkan beberapa layer menjadi suatu kumpulan layer, agar mempermudah proses pekerjaan yang menggunakan banyak sekali layer.
F. New Layer
Digunakan untuk membuat layer baru yang kosong, ataupun untuk membuat duplikat layer. Untuk membuat duplikat layer, lakukan dengan cara menggeser nama layer ke icon ini.
G. Delete Layer
Digunakan untuk menghapus layer. Aktifkan layer yang ingin dihapus, kemudian klik icon ini. Dalam Photoshop versi CS2, bisa juga dilakukan hanya dengan mengaktifkan layer kemudian tekan tombol Delete pada keyboard (ini belum bisa dilakukan jika Anda menggunakan Photoshop versi sebelumnya).
H. Layer Blending Option
Digunakan untuk mengatur proses yang terjadi pada pixel-pixel layer terhadap layer yang ada posisinya berada dibawahnya.
I. Image Adjustment Layer
Ini menunjukkan sebuah gambar layer yang merupakan pengaturan warna.
J. Layer Thumbnail
Ini adalah tampilan gambar kecil dari gambar asli Anda. Jika layer merupakan sebuah tulisan atau text, maka gambar tampilannya adalah sebuah huruf T.
Layer ini juga menunjukkan bahwa layer ini adalah layer yang dalam kondisi aktif atau terpilih. Layer yang sedang aktif akan mempunyai warna yang berbeda dengan layer yang tidak aktif.
Tiap sebuah layer bisa mempunyai nama yang berbeda beda. Secara default, Photoshop akan membuat layer dengan nomor yang berurutan. Nama layer ini bisa diganti dengan cara melakukan klik 2 kali pada nama layernya, kemudian Anda tinggal mengetikkan nama yang diinginkan.
Namun saat melakukan klik 2 kali, harus tepat pada nama layernya, karena kalau tidak, maka kita justru masuk ke pengaturan Layer Style. Jika klik 2 kali dilakukan pada thumbnail text layer, maka kita akan langsung membuat blok pada layer tulisan tersebut.
Anda juga bisa menyeleksi layer dengan melakukan klik kanan pada thumbnail layer kemudian memilih Layer Transparency. Atau dengan melakukan Ctrl + klik pada thumbnail layer.
K. Eye Ball / Visibility
Digunakan untuk mengatur tentang tampil atau tidaknya sebuah layer yang sedang Anda kerjakan dengan Photoshop. Cara pakainya, dengan melakukan klik pada icon tersebut.
L. Palette Menu
Icon ini digunakan untuk menampilkan pilihan menu palet. Menu palet ini berhubungan dengan fungsi palet yang sedang Anda tampilkan.
M. Opacity
Digunakan untuk mengatur tingkat transparansi layer. Semakin kecil nilai prosentasenya, maka layer/gambar Anda akan semakin transparan.
N. Fill Opacity
Digunakan untuk mengatur tingkat transparansi layer. Namun tidak sama dengan Opacity, karena Fill ini tidak mengatur bagian yang merupakan Layer Style. Jadi pilihan Fill ini akan bermanfaat jika Anda juga menerapkan Layer Style.
O. Layer Style option
Gambar icon F pada layer ini menunjukkan bahwa pada layer ini terdapat efek Layer Style, sementara gambar segitiga di sebelah kanan ini digunakan untuk menampilkan atau tidaknya informasi detil Layer Style yang digunakan.
P. Locked layer
Gambar icon gembok (maksudnya kunci) ini menunjukkan bahwa layer ini dalam kondisi terkunci. Biasanya gambar dengan ekstension .jpg akan mempunyai layer background yang selalu terkunci. Untuk membuka kunci pada layer background ini, caranya dengan melakukan klik 2 kali pada layer tersebut, kemudian klik OK pada kotak dialog yang muncul.
Demikian tutorial lengkap mengenai penjelasan dan ilustrasi Layer Photoshop, Anda bisa melanjutkan belajar ke Tutorial Photoshop yang lain di ilmugrafis.com
Terima kasih semoga bermanfaat.
Sumber: http://www.ilmugrafis.com/photoshop_dasar.php?page=sekilas-penjelasan-tentang-layers-photoshop
Pengertian dan Sejarah Photoshop
Pengertian Photoshop
adalah program atau aplikasi yang khusus untuk membuat dan memanipulasi
/ mengedit objek atau gambar. Adobe Photoshop ini biasanya banyak
digunakan oleh para photografer digital dan perusahaan iklan. Bersama
Adobe Acrobat, Adobe Photoshop ini merupakan produk terbaik yang pernah
diproduksi oleh Adobe Systems. Saat ini Adobe Photoshop tidak hanya
dirancang untuk sebuah pengeditan gambar / foto tetapi sekarang sudah
berkembang dan dapat
dipakai untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web dan juga sudah
disertai dengan aplikasi seperti Adobe Image Ready. Setelah mengetahui
apa pengertian photoshop, kini simak bagaimana asal mula berdirinya
photoshop atau sejarah photoshop.
Sejarah Photoshop
Seorang mahasiswa PhD di Universitas Michigan yaitu Thomas Knoll,
pada tahun 1987 menulis suatu program pada Macintosh Plus untuk
menampilkan sebuah gambar Grayscale pada layar monokrom. Bersama dengan
saudaranya yaitu John Knoll yang juga karyawan dari Industrial
Light & Magic, merubahnya menjadi program penyunting gambar. Pada
tahun 1988 kedua kakak beradik itu merubahnya dengan nama ImagePro.
Setelah tahun itu, Thomas mengubah nama programnya menjadi Photoshop dan
bekerja dalam jangka pendek dengan produsen scanner Barneyscan untuk
mendistribusikan salinan dari program tersebut dengan slide scanner;
"total sekitar 200 salinan Photoshop telah dikirimkan".
Selama waktu itu, John bepergian ke Silicon Valley di California dan
memberikan demonstrasi program itu kepada insinyur di Apple Computer
Inc. dan Russell Brown, direktur seni di Adobe. Kedua demonstrasi itu
berhasil, dan Adobe memutuskan untuk membeli lisensi untuk
mendistribusikan pada bulan September 1988. Sementara John bekerja pada
plug-in di California, Thomas tetap di Ann Arbor untuk menulis kode
program. Photoshop 1.0 dirilis pada 1990 khusus untuk Macintosh.
Versi terbarunya yang dirilis pada tahun 2005, adalah versi 9. Program
ini dipasarkan dengan nama "Photoshop CS2. Versi beta Photoshop CS3
telah dirilis untuk pengguna CS2 pada tanggal 15 Desember 2006. Versi
berikutnya diliris dilengkapi dengan ''Adobe Camera RAW'', sebuah plugin
yang dikembangkan oleh Thomas Knoll yang dapat membaca beberapa format
file RAW dari kamera digital dan mengimpornya langsung ke Photoshop.
Versi awal RAW plugin ini juga tersedia untuk Photoshop 7.0.1 dengan
tambahan biaya $99 USD.
Sampai di tahun 2013 ini Adobe Photoshop sudah meliris dengan versi
terbarunya yaitu Adobe Photoshop CS 6 dan mungkin tidak lama lagi akan
keluar versi paling terbarunya.
Nah itulah Pengertian dan Sejarah Photoshop yang dapat saya ulas, semoga bermanfaat.
sumber :http://bloggerbondowoso24.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-sejarah-photoshop.html
Hardware pada Jaringan Komputer
Dalam
dunia biologi, kita mengenal istilah sel sebagai bagian terkecil dari
makhluk hidup. kumpulan sel-sel yang akan membentuk jaringan. Oleh
karena itu, muncul instilah jaringan sebagai kumpulan dari sel-sel yang
sejenis.
Dalam
dunia komputer, juga terdapat instilah jaringan komputer yang mengacu
pada kumpulan dari dua atau lebih komputer yang dapat saling berhubungan
antara satu dengan yang lainnya. Dengan adanya hubungan ini,
komputer-komputer yang berada dalam suatu jaringan juga dapat saling
berbagi program dan pernagkat keras seperti printer, harddisk, webcame,
dan sebagainya.
Berbeda
dengan konsep jaringan dalam ilmu biologi, komputer-komputer yang
berhubungan dalam suatu jaringan tidak harus sejenis. Komputer-komputer
tersebut bisa saja memiliki sistem operasi yang berbeda, program-program
aplikasi yang berbeda, bahkan tipe perangkat keras yang berbeda pula.
Konsep
jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika, dari sebuah
proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell, dan grup
riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken.
Secara
umum, jaringan komputer didefinisikan sebagai kumpulan komputer,
printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Agar
dapat mencapai tujuan bersama, setiap bagian jaringan komputer meminta
dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut
klien (client), dan yang memberikan layanan disebut pelayan (Server).
Arsitektur ini disebut dengan sistem clien-server, dan digunakan pada
hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Setiap komputer, printer atau
periperah yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan
komputer dapat memiliki dua, sepuluh, ribuan, atau bahkan jutaan node.
Dengan
adanya jaringan komputer, pengguna dapat mendapatkan beberapa manfaat
yang tidak bisa diperoleh lewat komputer yang bersifat berdiri sendiri
(stand-alone). Adapun beberapa manfaat tersebut, antara lain :
a. Berbagi Sumber daya
Dengan
adanya jaringan, managemen pembagian sumber daya, baik yang berupa data,
informasi, maupun perangkat keras, dapat berlangsung lebih efektif dan
efisien. Contohnya, komputer-komputer dalam jaringan dapat menggunakan
sebuah printer secara bergantian untuk mencetak dokumen.
b. Integrasi data
jaringan komputer memungkinkan kita untuk memperoleh data dari beberapa komputer sehingga akan menghasilkan data yang lebih akurat. Disamping itu, kita juga dapat mengopi data ke beberapa komputer sekaligus. Dengan demikian, jika salah satu komputer rusak, kita masih dapat menggunakan data yang telah disimpan di komputer lain.
c. Sarana Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan pengguna komputer-komputer yang ada di dalamnya dapat berkomunikasi, baik melalui sarana email, maupun telecoference. Contohnya, pimpinan perusahaan tidak perlu mengirim surat undangan pada semua stafnya, ia cukup mengirimkan undangan melalui jaringan komputer yang ada.
d. Efisiensi biaya
Dengan adanya jaringan komputer, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan operasional (seperti pembuatan undangan rapat, pembuatan laporan-laporan, pembelian perangkat keras) dapat dikurangi sehingga pengeluaran perusahaan dapat menjadi lebih efisien.
Sebuah jaringan yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lain memiliki beberapa perangkat keras yang dibutuhkan. Gambar dibawah ini menunjukkan perangkat keras yang dibutuhkan dalam membuat sebuah jaringan komputer.
Adapun perangkat-perangkat tersebut antara lain :
1. File Server
File server adalah merupakan komputer tujuan utamanya adalah menyediakan layanan dan ruangan untuk menampung berbagai file (seperti dokumen, gambar, database, dan sebagainya). Layanan ini dapat diakses oleh Workstation yang terhubung dalam jaringan komputer. Sebuah file server dapat berfungsi sebagai dedicated (berfungsi sebagai server secara keseluruhan) atau non-dedicated (berfungsi sebagai server sekaligus sebagai workstation).
2. Workstations/Client
Workstatios/client adalah istilah bagi komputer-komputer selain server yang berada pada suatu jaringan. Koputer workstation menerima atau meminta layanan data dari server untuk di olah sesuai kebutuhan penggunanya. Agar workstation dapat terhubung dengan server, setidaknya memiliki hardware kartu jaringan (network card), aplikasi jaringan (software jaringan), dan media perantara untuk menghubungkan ke jaringan (kabel ataupun sinyal elektris).
3. Kartu Jaringan
Kartu jaringan atau yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC), adalah perangkat keras yang dipasang pada salah satu slot yang terdapat pada motherboard komputer. Pada kartu jaringan terdapat bagian yang berfungsi untuk memasang kabel untuk komunikasi dalam jaringan sehingga memungkinkan hubungan antar komputer dan pertukaran data. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah jenis kartu jaringan Ethernet dan LocalTalk konektor (yang dipopulerkan oleh Apple). Pada model referensi OSI, kartu jaringan berada pada lapisan ke-1 (lapisan Physical) dan lapisan ke-2 (lapisan Data Link) yang menyediakan akses fisik terhadap media jaringan, serta sistem pengalamatan dengan menggunakan MAC Address (serial number 48-bit).
6. Router
Router berfungsi sebagai pengatur aliran data dan informasi antara jaringan satu dengan jaringan lainnya. Dengan adanya router, aliran data dari suatu jaringan juga dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak bercampur dengan aliran data dari jaringan lain. Router dapat mengetahui jaringan yang paling sibuk, dan menarik aliran data di dalamnya sehingga aliran data pada jaringan tersebut lebih baik dan teratur.
7. Repeater
Repeater berfungsi untuk menguatkan sinyal pada suatu jaringan. Perangkat ini bekerja dengan menguatkan sinyal yang diterima dari komputer asal sehingga kondisi sinyal tetap kuat sebagaimana aslinya. Dengan adanya repeater pada sebuah jaringan, jarak antara workstation dapat dibuat semakin jauh, tanpa terkendala masalah lemahnya sinyal.
8. Media Transmisi
Pada jaringan dengan area cakupan yang tidak terlalu jauh, media transmisi sering digunakan adalah kabel. Adapun beberapa jenis kabel yang biasa dipergunakan dalam jaringan adalah Twisted pair, Coaxial, dan Serat Optik.
b. Integrasi data
jaringan komputer memungkinkan kita untuk memperoleh data dari beberapa komputer sehingga akan menghasilkan data yang lebih akurat. Disamping itu, kita juga dapat mengopi data ke beberapa komputer sekaligus. Dengan demikian, jika salah satu komputer rusak, kita masih dapat menggunakan data yang telah disimpan di komputer lain.
c. Sarana Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan pengguna komputer-komputer yang ada di dalamnya dapat berkomunikasi, baik melalui sarana email, maupun telecoference. Contohnya, pimpinan perusahaan tidak perlu mengirim surat undangan pada semua stafnya, ia cukup mengirimkan undangan melalui jaringan komputer yang ada.
d. Efisiensi biaya
Dengan adanya jaringan komputer, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan operasional (seperti pembuatan undangan rapat, pembuatan laporan-laporan, pembelian perangkat keras) dapat dikurangi sehingga pengeluaran perusahaan dapat menjadi lebih efisien.
Sebuah jaringan yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lain memiliki beberapa perangkat keras yang dibutuhkan. Gambar dibawah ini menunjukkan perangkat keras yang dibutuhkan dalam membuat sebuah jaringan komputer.
![]() | |
| Diagram Sebuah Jaringan |
Adapun perangkat-perangkat tersebut antara lain :
1. File Server
File server adalah merupakan komputer tujuan utamanya adalah menyediakan layanan dan ruangan untuk menampung berbagai file (seperti dokumen, gambar, database, dan sebagainya). Layanan ini dapat diakses oleh Workstation yang terhubung dalam jaringan komputer. Sebuah file server dapat berfungsi sebagai dedicated (berfungsi sebagai server secara keseluruhan) atau non-dedicated (berfungsi sebagai server sekaligus sebagai workstation).
2. Workstations/Client
Workstatios/client adalah istilah bagi komputer-komputer selain server yang berada pada suatu jaringan. Koputer workstation menerima atau meminta layanan data dari server untuk di olah sesuai kebutuhan penggunanya. Agar workstation dapat terhubung dengan server, setidaknya memiliki hardware kartu jaringan (network card), aplikasi jaringan (software jaringan), dan media perantara untuk menghubungkan ke jaringan (kabel ataupun sinyal elektris).
3. Kartu Jaringan
Kartu jaringan atau yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC), adalah perangkat keras yang dipasang pada salah satu slot yang terdapat pada motherboard komputer. Pada kartu jaringan terdapat bagian yang berfungsi untuk memasang kabel untuk komunikasi dalam jaringan sehingga memungkinkan hubungan antar komputer dan pertukaran data. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah jenis kartu jaringan Ethernet dan LocalTalk konektor (yang dipopulerkan oleh Apple). Pada model referensi OSI, kartu jaringan berada pada lapisan ke-1 (lapisan Physical) dan lapisan ke-2 (lapisan Data Link) yang menyediakan akses fisik terhadap media jaringan, serta sistem pengalamatan dengan menggunakan MAC Address (serial number 48-bit).
![]() |
| NIC atau Ethernet Card |
![]() |
| LocalTalk Konektor |
4. Ethernet Hub
Hub
atau konsentrator berfungsi membagi sinyal data dari kartu jaringan
kepada tiap-tiap workstation. Hub juga dapat berfungsi untuk menyatukan
kabel-kabel jaringan dari server, workstation, dan perangkat lain dalam
suatu jaringan. Pada umumnya, hub digunakan pada jaringan dengan
topologi star. Dalam topologi ini, kabel jaringan dari sebuah
workstation masuk ke dalam hub sehingga dapat menghubungkan
komputer-komputer maupun perangkat lain yang ada ke dalam sebuah
jaringan. Secara teknis, hub dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu
Passive (tidak membutuhkan sumber daya eksternal karena tidak melakukan
penguatan sinyal yang masuk), Aktif (membutuhkan sumber daya eksternal
karena melakukan penguatan dan regenerasi sinyal) dan Intelligent
(dilengkapi dengan deteksi kesalahan).
![]() |
| Enthernet Hub |
5. Bridge
Bridge
merupakan perangkat yang menghubungkan sebuah jaringan dengan jaringan
lain. Dengan menggunakan bridge, dapat diperoleh suatu jaringan yang
lebih besar yang merupakan hasil penggabungan antara dua buah jaringan.
Bridge juga berfungsi mengatur agar aliran informasi di antara kedua
jaringan tetap berjalan dengan teratur. Bridge mempunyai 3 jenis model,
yaitu Local Bridge (secara langsung terhubung dengan LAN), remote Bridge (digunakan pada Wide Area Network yang menghubungkan antara LAN), dan Wireless bridge (digunakan
untuk menghubungkan antara LAN secara wireless). Pada model referensi
OSI, bridge berada pada lapisan ke-2, yaitu lapisan Data Link
![]() | |
| Bridge |
6. Router
Router berfungsi sebagai pengatur aliran data dan informasi antara jaringan satu dengan jaringan lainnya. Dengan adanya router, aliran data dari suatu jaringan juga dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak bercampur dengan aliran data dari jaringan lain. Router dapat mengetahui jaringan yang paling sibuk, dan menarik aliran data di dalamnya sehingga aliran data pada jaringan tersebut lebih baik dan teratur.
![]() |
| Router |
7. Repeater
Repeater berfungsi untuk menguatkan sinyal pada suatu jaringan. Perangkat ini bekerja dengan menguatkan sinyal yang diterima dari komputer asal sehingga kondisi sinyal tetap kuat sebagaimana aslinya. Dengan adanya repeater pada sebuah jaringan, jarak antara workstation dapat dibuat semakin jauh, tanpa terkendala masalah lemahnya sinyal.
![]() |
| Repeater |
8. Media Transmisi
Pada jaringan dengan area cakupan yang tidak terlalu jauh, media transmisi sering digunakan adalah kabel. Adapun beberapa jenis kabel yang biasa dipergunakan dalam jaringan adalah Twisted pair, Coaxial, dan Serat Optik.
- Twisted Pair
Kabel
twisted pair dibedakan menjadi dua macam, yaitu Unshielded Twisted Pair
(UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP). STP merupakan kabel twisted pair
yang setiap pasang tembaganya diberi pelindung lagi. Sedangkan UTP,
setiap pasang tembaganya tidak diberi pelindung lagi sehingga hanya
memiliki sebuah pelindung utama di bagian luar. Oleh karena itu, harga
kabel UTP lebih murah dibandingkan dengan kabel STP. Jaringan komputer
dengan kabel UTP memiliki jarak maksimal 100 meter untuk setiap titik
komputer.
![]() |
| Kabel UTP |
Kabel
UTP sudah sangat umum digunakan dalam jaringan komputer. Kabel UTP yang
digunakan pada umumnya terdiri dari empat pasang kabel. Untuk dapat
menghubungkan kabel UTP ke dalam port pada kartu jaringan (NIC)
digunakan sebuah konektor RJ-45.
![]() |
| Konektor Rj-45 |
- Coaxial
![]() |
| Coaxial Cable |
- Serat Optik
![]() |
| Kabel Serat Optik |
Penutup
Teknologi
di balik jaringan komputer (yang memungkinkan kita untuk saling
bertukar data antar komputer) tentu tidak sebatas pada perangkat keras.
Konsep protokol digunakan untuk mendasari terjadinya pertukaran data
antar dua komputer dengan sistem yang berbeda. Untuk selanjutnya saya
akan mencoba memposting pembahasan mengenai prinsip kerja protokol
jaringan komputer, khususnya untuk model referensi OSI.
Referensi : PC Mild dan Windra Swastika (dosen Sistem informasi Universitas Ma Chung, Malang)
Fungsi untuk Mencegah Perintah SQL Error
Misalnya pada form input data, user mengentry data-data:
1. Kode Suplier
2. Nama Suplier
3. Alamat
4. Kota
5. Nomor Telepon
Pada form entry data Suplier ada 5 text box seperti pada gambar berikut:

Setelah data diisi kemudia tombol Save di klik maka perintah sql akan dieksekusi. Event OnClick pada tombol Save untuk menyimpan data ke tabel Suplier adalah sebagai berikut:
Private Sub cmdSave_Click()
Dim strSql As String
strSql = "INSERT INTO SUPLIER " & _
"(KODE_SUPLIER,NAMA_SUPLIER,ALAMAT,KOTA,NOMOR_TELEPON) " & _
"VALUES ('" & Me.KODE_SUPLIER.Value & "','" & _
Me.NAMA_SUPLIER.Value & "','" & Me.ALAMAT.Value & _
"','" & Me.KOTA.Value & "','" & Me.NOMOR_TELEPON.Value & "');"
CurrentProject.Connection.Execute strSql
End Sub
Jika data-data yang dientry oleh user mengandung tanda petik tunggal (') misalnya suplier bernama AL-MA'SOEM seperti pada gambar berikut:

Setelah user meng-klik tombol Save maka akan muncul pesan error seperti gambar berikut:

Perintah SQL (query) megalami error jika dieksekusi karena adanya tanda petik tunggal pada data nama suplier sebagai berikut:
INSERT INTO SUPLIER ( KODE_SUPLIER, NAMA_SUPLIER, ALAMAT, KOTA, NOMOR_TELEPON ) VALUES ('A001', 'AL-MA'SOEM', 'JL GOLF NO 38', 'BANDUNG', '7838304');
Karena user mengisi nama suplier mengandung tanda petik satu (') maka perintah SQL dianggap ada operator yang tidak lengkap (missing operator).
Perintah SQL (query) yang benar adalah:
INSERT INTO SUPLIER ( KODE_SUPLIER, NAMA_SUPLIER, ALAMAT, KOTA, NOMOR_TELEPON ) VALUES ('A001', 'AL-MA''SOEM', 'JL GOLF NO 38', 'BANDUNG', '7838304');
Untuk mencegah terjadinya error saat mengeksekusi perintah sql atau query seperti kasus di atas, maka harus ada fungsi untuk menambahkan karakter tanda petik satu (') pada nama suplier AL-MA'SOEM menjadi AL-MA''SOEM.
Fungsi yang ini kita beri nama SQLEncrypt(), berikut kode program lengkapnya:
Public Function SQLEncrypt(sText)
Dim sTemp
If Not IsNull(sText) Then sTemp = Replace(sText, "'", "''")
SQLEncrypt = sTemp
End Function
Penjelasan fungsi SQLEncrypt
- Fungsi menerima 1 buah parameter
- Jika parameter ada isinya/tidak kosong maka akan dijalankan perintah Replace(sText, "'", "''") untuk mengganti karakter ' menjadi ''
- Hasil dikembalikan ke pemanggil fungsi
Private Sub cmdSave_Click()
Dim strSql As String
strSql = "INSERT INTO SUPLIER " & _
"(KODE_SUPLIER,NAMA_SUPLIER,ALAMAT,KOTA,NOMOR_TELEPON) " & _
"VALUES ('" & Me.KODE_SUPLIER.Value & "','" & _
SQLEncrypt(Me.NAMA_SUPLIER.Value) & "','" & Me.ALAMAT.Value & _
"','" & Me.KOTA.Value & "','" & Me.NOMOR_TELEPON.Value & "');"
CurrentProject.Connection.Execute strSql
End Sub
Sumber:http://www.ilmusoftware.com/2009/04/fungsi-untuk-mencegah-perintah-sql.html
Langganan:
Postingan (Atom)

















